LINK DAERAH
POLLING
Tidak Ada Polling Untuk Saat Ini

A. LATAR BELAKANG

Implementasi tiga prioritas pembangunan pendidikan nasional, meliputi pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya ssaing, serta penguatan tata kelola dan pencitraan publik, menghendaki agar pemerintah memanfaatkan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan seoptimal mungkin untuk memacu pembangunan pendidikan daerah dalam rangka membangun pendidikan nasional secara keseluruhan dalam wilayan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dimulai dari suatu kegiatan penyusunan perencanaan pengembangan pendidikan di daerah. Dalam kerangka ini, Kabupaten Cirebon perlu menyusun Program Kerja yang tepat sehingga diharapkan masalah-masalah pelayanan Pendidikan di Kabupaten Cirebon dapat ditanggulangi secara efektif dan efisien dengan menggunakan sumber-sumber dana yang tersedia, baik melalui APBN, APBD Provinsi Jawab Barat, APBD Kabupaten Cirebon serta hibah / bantuan masyarakat lainnya.

B. ARAH KEBIJAKAN

1. Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan

Pemerataan pendidikan adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh komponen masyarakat untuk memperoleh pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi. Program Education For All (Pendidikan Untuk Semua/PUS) menhendaki tidak ada seorangpun masyarakat Kabupaten Cirebon yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan dan sistem rekrutmen peserta didik harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat pada setiap jenjang dan jalur pendidikan serta tidak mempersulit dan memberatkan masyarakat.

Disamping itu perlu dibangun pelayanan pendidikan yang dapat dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat terkait dengan beberapa hal seperti biaya, waktu dan tempat penyelenggaraan, serta sistem informasi yang mudah diakses sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan dalam memanfaatkan pelayanan pendidikan.

Sosialisasi berbagai model pelayanan pendidikan harus menyentuh langsung pada sasaran tidak hanya dilakukan oleh pengelolaan pendidikan tetapi juga masyarakat juga masyarakat secara keseluruhan sehingga tercipta jalur-jalur strategis memperoleh pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kebijakan pemenuhan sarana dan prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan adalah salah satu faktor penentu bagi semua jalur dan jenjang pendidikan dalam memberikan pelayanan terbaik sehingga dapat menjangkau sampai ke daerah terpencil sekalipun.

2. Peningkatan Mutu Relevansi dan Daya Saing

Mutu, relevansi dan daya saing adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pelayanan pendidikan, tidak jarang harapan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui bangku pendidikan adalah jalan satu-satunya yang dipercaya dapat mewarnai keberhasilan dalam berbagai kesempatan memperoleh pekerjaan.

Namun demikian peningkatan mutu masih terus harus dipacu mengingat masih rendahnya mutu pendidikan yang ditandai dengan rendahnya nilai jual lulusan bahkan terhadap pekerjaan tertentu tanda bukti kelulusan / Ijazah tidak dijadikan barometer akibatnya sebagian orang berpendapat bahwa sekolah hanyalah perbuatan sia-sia, membuang waktu dan kesempatan karena dengan menempuh pendidikan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap dirinya.

Peningkatan Profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan melalui berbagai pelatihan teknis seperti pelaksanaan MGMP dan sejenisnya serta pelatihan yang diberikan langsung terhadap peserta didik perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dengan melibatkan nara sumber yang berkompeten sehingga dapat meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing yntk dapat menapaki pintu gerbang globalisasi.

3. Penguatan Tatakelola dan Pencitraan Publik

Keberhasila suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh profesionalisme para pelaksana dalam mendorong terlaksananya manajerial yang tangguh dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi sehingga dapat mencapai hasil sesuai target.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pendidikan diantaranya harus meiliki visi dan misi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan serta memiliki tujuan yang dirumuskan dalam suatu bentuk perencanaan yang akan dicapai dalam setiap tahapan sesuai target.

Di sisi lain pengelolaan pendidikan harus dapat menyajikan data yang akurat, tepat, akuntabel dan mudah diakses apalagi dalam kondisi saat ini di mana pendidikan sedang menjadi primadona dan menjadi sorotan hampir seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu perlu secepatnya dibangun sistem pendataan pendidikan yang terpadu antara Dinas sampai ke sekolah-sekolah dengan memanfaatkan teknologi internet.

 

C. PROGRAM

1. Program Pendidikan Anak Usia Dini

2. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

3. Program Pendidikan Menengah

4. Program Pendidikan Non Formal dan Informal

5. Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

6. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan

7. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan